Berita Terkini

KPU Mesuji Gelar FGD Kajian Teknis Kepemiluan Bahas Penataan Dapil dan Teknologi Informasi

Mesuji, 18 September 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penataan Dapil dan Alokasi Kursi serta Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pemungutan dan Penghitungan Suara.” Kegiatan berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Mesuji dan diikuti berbagai pemangku kepentingan. FGD ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas isu-isu krusial dalam kepemiluan, khususnya menyangkut penataan dapil dan pemanfaatan teknologi informasi. Kehadiran peserta dari unsur pemerintah, lembaga penyelenggara, partai politik, dan organisasi masyarakat menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Melalui forum ini, KPU Mesuji berharap lahir gagasan yang dapat memperkuat transparansi pemilu. Hal ini sejalan dengan komitmen lembaga untuk menghadirkan demokrasi yang akuntabel dan partisipatif. Acara menghadirkan sejumlah narasumber dengan beragam latar belakang. Febri Indra Kurniawan, S.H., Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Lampung, tampil sebagai keynote speaker secara daring. Didik Wahyudi, M.Pd., akademisi dari UIN Raden Intan Lampung, juga hadir secara virtual memberikan pandangan akademis tentang teknologi informasi dalam pemilu. Selain itu, Imani, S.Pd.I., mantan Anggota KPU Kabupaten Mesuji dua periode, turut menyampaikan pengalaman dan analisis terkait penataan dapil. Kehadiran ketiga narasumber ini memberi perspektif komprehensif dari sisi regulasi, akademik, dan pengalaman lapangan. Dengan kombinasi tersebut, peserta FGD mendapatkan gambaran utuh mengenai tantangan dan peluang kepemiluan ke depan. FGD ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan yang mewakili Bupati Mesuji, Ketua DPRD Kabupaten Mesuji, serta jajaran Bawaslu Mesuji. Hadir pula ketua partai politik se-Kabupaten Mesuji, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Dukcapil, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan. Tidak ketinggalan, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti PCNU, PDMU, LDII, dan FKUB juga berpartisipasi aktif. Tokoh masyarakat serta tokoh adat turut hadir untuk memberikan pandangan berbasis kearifan lokal. Kehadiran beragam pihak tersebut menunjukkan bahwa isu penataan dapil dan pemanfaatan teknologi informasi merupakan kepentingan bersama. Forum ini sekaligus menjadi ajang memperkuat silaturahmi antarlembaga dan masyarakat. Dalam diskusi, para peserta menyoroti sejumlah aspek penting. Penataan dapil harus tetap mengedepankan prinsip kesetaraan nilai suara, proporsionalitas, integralitas wilayah, kohesivitas, dan kesinambungan. Selain itu, isu penggunaan teknologi informasi dalam pemilu juga menjadi perhatian utama. Infrastruktur jaringan, literasi digital masyarakat, serta keamanan sistem dianggap sebagai tantangan yang harus dijawab. Peserta juga menekankan perlunya regulasi yang lebih kuat agar penggunaan teknologi tetap selaras dengan asas luber jurdil. Dari masukan tersebut, terlihat harapan besar agar pemilu mendatang berlangsung lebih baik. KPU Mesuji menegaskan bahwa hasil dari FGD ini akan dijadikan bahan kajian teknis untuk perbaikan penyelenggaraan pemilu. Aspirasi dan masukan dari peserta menjadi catatan penting dalam menyusun rekomendasi. Kegiatan ini juga membuktikan komitmen KPU dalam menampung suara masyarakat dan stakeholder sebagai bagian dari proses demokrasi. Dengan adanya forum semacam ini, diharapkan penataan dapil dan penerapan teknologi dapat semakin matang. Ke depan, KPU Mesuji berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan partisipasi publik. Pada akhirnya, FGD ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas di Kabupaten Mesuji. (ali)

KPU Kabupaten Mesuji Ikuti Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat Bersama Forkopimda Tahun 2025

Mesuji, 12 September 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji ikut ambil bagian dalam kegiatan Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Mesuji pada Jumat pagi dengan penuh khidmat. Hadir dalam kesempatan ini unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat. Kehadiran para pihak tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS). Acara ini mengusung tema “Kebersamaan dalam Keberagaman untuk KAMTIBMAS yang Kondusif di Kabupaten Mesuji.” Tema tersebut dipilih sebagai pengingat pentingnya persatuan di tengah keragaman masyarakat. Ketua KPU Kabupaten Mesuji, Samingan, M.Pd., hadir secara langsung sebagai perwakilan KPU Kabupaten Mesuji dalam apel kebangsaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran KPU merupakan bentuk dukungan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, kegiatan semacam ini sejalan dengan semangat KPU dalam mempersiapkan agenda demokrasi secara damai dan inklusif. Samingan juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas menjelang tahapan pemilu, yang membutuhkan partisipasi seluruh pihak. Hal ini bertujuan agar pemilu mendatang dapat berlangsung transparan, tertib, dan demokratis. Dengan demikian, apel kebangsaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Acara Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Suasana khidmat terasa ketika para tokoh masyarakat menyampaikan pesan damai kepada seluruh hadirin. Apel kebangsaan ini juga memperlihatkan komitmen Forkopimda Mesuji dalam membangun daerah yang aman dan rukun. Semua rangkaian acara berjalan lancar dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang hadir. KPU Kabupaten Mesuji menilai bahwa keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan merupakan bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Kehadiran lembaga penyelenggara pemilu di tengah masyarakat bukan hanya soal teknis pemilu, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam menjaga persatuan bangsa. Samingan menyampaikan bahwa demokrasi tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial yang kondusif. Oleh sebab itu, sinergi antara KPU, pemerintah daerah, Forkopimda, serta masyarakat menjadi sangat penting. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi lintas elemen. Dengan begitu, iklim demokrasi di Mesuji semakin sehat dan berkualitas. Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat 2025 di Mesuji menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen persatuan dalam keberagaman. Kehadiran berbagai unsur masyarakat sekaligus memperkuat optimisme bahwa KAMTIBMAS di Mesuji dapat terus terjaga. KPU Kabupaten Mesuji berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap kegiatan yang memupuk persaudaraan dan persatuan. Dengan situasi yang damai, diharapkan tahapan pemilu 2029 mendatang dapat terlaksana dengan lancar dan partisipasi masyarakat semakin meningkat. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan memberi dampak positif bagi pembangunan demokrasi di Mesuji. Pada akhirnya, apel kebangsaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan untuk menjaga keutuhan bangsa.   (ali)

KPU Mesuji Gelar Sosialisasi Pemilih Perempuan di Tanjung Raya

Mesuji, (08 September 2025). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dengan segmen perempuan di Kecamatan Tanjung Raya, Senin 08 september 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya peran serta dalam pemilu. Acara berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kesadaran politik di tingkat akar rumput. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Mesuji, Nuti Mistiani, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan materi mengenai pengenalan lembaga KPU sebagai penyelenggara pemilu yang independen dan profesional. Selain itu, Nuti memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Pengetahuan ini diharapkan dapat membekali peserta dalam menghadapi Pemilu mendatang. Melalui sosialisasi, KPU ingin memastikan masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih. Dalam pemaparannya, Nuti Mistiani menekankan bahwa partisipasi perempuan sangat berpengaruh terhadap kualitas demokrasi di Kabupaten Mesuji. Perempuan, menurutnya, tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga agen perubahan di lingkungan sekitar. Keterlibatan perempuan dalam politik diyakini mampu memperkuat nilai keadilan dan representasi. Oleh karena itu, KPU terus mendorong agar segmen perempuan lebih aktif dalam setiap tahapan pemilu. Dengan begitu, proses demokrasi menjadi lebih inklusif dan berimbang. Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan apresiasi dari para peserta yang hadir. Mereka menyatakan pentingnya edukasi politik seperti ini agar masyarakat lebih siap dalam menentukan pilihan. KPU Mesuji berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemilih pemula dan kelompok marginal. Upaya ini dilakukan demi meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu yang akan datang. Dengan dukungan masyarakat, KPU Mesuji optimistis dapat mewujudkan pemilu yang berkualitas, jujur, dan demokratis di Kabupaten Mesuji. (ali)

KPU Mesuji Ikuti Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi

Mesuji, (08 September 2025). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji mengikuti kegiatan Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang diselenggarakan oleh KPU RI secara daring pada Senin (08/09/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Kabupaten KPU Mesuji, Samingan, bersama anggota Agus Sunanto, Nuti Mistiani, Selvi Yulianti, dan Sururi Abdillah serta seluruh secretariat KPU Kabupaten Mesuji. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas lembaga penyelenggara pemilu. Melalui agenda tersebut, KPU RI menekankan pentingnya nilai kejujuran dan transparansi dalam setiap proses pemilu. Partisipasi KPU Kabupaten Mesuji menunjukkan komitmen dalam mendukung penguatan tata kelola yang bersih. Dalam kegiatan itu, pemateri dari KPU RI menekankan urgensi pencegahan praktik korupsi di tubuh penyelenggara pemilu. Gratifikasi, menurut penjelasan, dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan wewenang apabila tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, setiap jajaran KPU wajib memahami aturan serta mekanisme pelaporan gratifikasi. Dengan pemahaman ini, diharapkan seluruh penyelenggara pemilu mampu menjaga kepercayaan publik. Integritas dipandang sebagai fondasi utama bagi suksesnya demokrasi. KPU Kabupaten Mesuji menyambut baik materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut. Menurut jajaran komisioner, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pengetahuan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus bekerja sesuai prinsip akuntabilitas. Transparansi dalam setiap tahapan pemilu dianggap kunci dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah. Selain itu, sosialisasi ini menjadi sarana memperbarui pemahaman terkait aturan dan kebijakan terbaru. Dengan begitu, KPU Kabupaten Mesuji semakin siap menghadapi tantangan penyelenggaraan pemilu. Sosialisasi antikorupsi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen KPU Mesuji dalam melaksanakan pemilu yang bersih. Ketua Kabupaten KPU Samingan bersama anggota Agus Sunanto, Nuti Mistiani, Selvi Yulianti, dan Sururi Abdillah menegaskan tekad menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja profesional dan bebas dari praktik penyimpangan. Keikutsertaan dalam agenda nasional tersebut menunjukkan konsistensi dalam membangun budaya organisasi yang berintegritas. Ke depan, KPU Kabupaten Mesuji berkomitmen menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam setiap aspek kerja. Dengan integritas yang kuat, diharapkan Pemilu mendatang dapat terlaksana secara jujur, adil, dan demokratis di Kabupaten Mesuji. (ali)

Ketua Divisi Teknis KPU Mesuji Hadiri Pelantikan Sekda Baru

Mesuji, (04 September 2025). Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji, Sururi Abdillah, S.E., menghadiri kegiatan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji. Acara tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Mesuji di Aula GSG Taman Kehati pada Rabu, 4 September 2025. Dalam kesempatan itu, Budiman Jaya resmi dilantik sebagai Sekda Mesuji menggantikan Najmul Fikri yang sebelumnya menjabat sebagai penjabat (PJ) Sekda. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat daerah serta tamu undangan. Kehadiran KPU Mesuji menunjukkan dukungan terhadap sinergi antarlembaga. Pelantikan Sekda Budiman Jaya menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur birokrasi Pemerintah Kabupaten Mesuji. Jabatan ini memiliki peran strategis sebagai penggerak koordinasi lintas organisasi perangkat daerah. Dengan adanya pejabat definitif, diharapkan kinerja pemerintah daerah semakin solid dan terarah. Pemerintah Kabupaten Mesuji menegaskan komitmennya untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan sesuai aturan. Kehadiran pejabat baru diharapkan memberi energi positif bagi pembangunan daerah. Sururi Abdillah menyampaikan bahwa kehadirannya dalam acara ini merupakan bentuk dukungan KPU Mesuji terhadap agenda resmi pemerintah daerah. Ia berharap Budiman Jaya mampu membawa semangat baru dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan KPU. Menurutnya, sinergi tersebut penting karena KPU membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan tahapan Pemilu. Kerja sama yang baik akan memudahkan berbagai aspek teknis maupun logistik penyelenggaraan pemilu. Selain itu, komunikasi yang terjalin erat akan memperkuat integritas demokrasi di Kabupaten Mesuji. Menurut Sururi, suksesnya Pemilu bukan hanya tanggung jawab KPU, tetapi memerlukan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia menilai Sekda Budiman Jaya dapat menjadi mitra strategis KPU dalam mendukung kebutuhan teknis penyelenggaraan Pemilu. Koordinasi yang baik diharapkan dapat menjamin kelancaran tahapan, mulai dari distribusi logistik hingga fasilitasi sarana pendukung. Dengan sinergi yang kuat, Pemilu mendatang di Kabupaten Mesuji diharapkan berjalan lancar, aman, dan demokratis. Kehadiran KPU dalam acara ini menegaskan komitmen menjaga harmoni dengan pemerintah daerah.   (ali)

Koordinasi Coklit, KPU Mesuji Libatkan Pihak Kecamatan dan Dinas PMD

Mesuji, (01/09/2025) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji intensif melakukan koordinasi untuk memastikan tahapan Pemilu berjalan sesuai jadwal dan aturan. Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Mesuji, Agus Sunanto, M.Pd., memimpin langsung koordinasi pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih di Kecamatan Way Serdang dan Simpang Pematang pada Jumat, 29 Agustus 2025. Selanjutnya, koordinasi juga dilakukan di Kecamatan Mesuji dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mesuji pada Senin 01 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis KPU Kabupaten Mesuji untuk mengawal validitas daftar pemilih di setiap tahapan. Dalam koordinasi tersebut, KPU Kabupaten Mesuji mengedepankan diskusi teknis bersama pihak kecamatan dan dinas terkait. Pembahasan difokuskan pada mekanisme pelaksanaan Coklit, kendala yang muncul di lapangan, serta upaya memperkuat peran petugas dalam pemutakhiran data pemilih. Agus Sunanto menegaskan bahwa proses pemutakhiran data harus dilakukan secara cermat agar tidak ada pemilih yang terlewat maupun tercatat ganda. Dengan demikian, daftar pemilih yang disusun dapat menjadi dasar yang akurat bagi terselenggaranya Pemilu mendatang. Selain diskusi teknis, KPU Kabupaten Mesuji juga melakukan pemantauan langsung terhadap progres pelaksanaan Coklit. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang dihimpun di lapangan sesuai dengan kondisi nyata masyarakat. Pemantauan ini sekaligus memberikan ruang evaluasi bagi petugas dalam menjalankan tugasnya. Melalui metode ini, KPU berupaya menutup celah terjadinya kesalahan data yang berpotensi memengaruhi kualitas daftar pemilih. Agus Sunanto menyampaikan bahwa keberhasilan Coklit tidak hanya ditentukan oleh kerja keras petugas, melainkan juga membutuhkan dukungan dari semua pihak. Sinergi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan Dinas PMD menjadi faktor penting dalam memastikan data pemilih valid dan mutakhir. Kolaborasi antar-lembaga juga diyakini mampu memperkuat transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam menjaga kualitas Pemilu di Mesuji. Melalui rangkaian koordinasi berjenjang ini, KPU Kabupaten Mesuji optimistis dapat menghasilkan daftar pemilih yang akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ke depan, daftar pemilih tersebut akan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan Pemilu yang partisipatif dan berkualitas. Dengan pengelolaan data yang baik, KPU Kabupaten Mesuji berharap kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu semakin meningkat. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga independen dalam menjaga prinsip demokrasi di tingkat lokal maupun nasional. (ali)

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara