Berita Terkini

KPU Mesuji Teguhkan Komitmen Integritas Melalui Penandatanganan Pernyataan Bebas Benturan Kepentingan

Mesuji, 10 November 2025. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji melaksanakan kegiatan Pemaparan dan Penandatanganan Surat Pernyataan Bebas Benturan Kepentingan pada Senin, 10 November 2025. Acara berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Mesuji dengan melibatkan seluruh unsur kelembagaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan integritas penyelenggara pemilu di tingkat daerah. Pelaksanaannya menunjukkan komitmen KPU Kabupaten Mesuji dalam menerapkan tata kelola yang bersih dan akuntabel. Agenda tersebut turut menandai langkah berkelanjutan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pemilu. Kegiatan diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Mesuji, Sekretaris, para Kasubbag, serta seluruh staf sekretariat. Kehadiran seluruh jajaran menggambarkan pentingnya keseragaman pemahaman mengenai pencegahan benturan kepentingan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh perhatian. Pelibatan seluruh lini organisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan internal. Dengan demikian, KPU Kabupaten Mesuji berupaya memastikan tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Mesuji, Samingan, M.Pd., yang menyampaikan arahan terkait integritas. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa profesionalitas merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga aspek netralitas sesuai ketentuan perundang-undangan. Komitmen tersebut dikemukakan sebagai bentuk tanggung jawab moral penyelenggara pemilu. Para peserta diminta untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan kinerja secara konsisten. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Seli Yuliyanti, M.H. Materi berfokus pada pengelolaan dan pelaksanaan pemantauan potensi benturan kepentingan di lingkungan KPU Kabupaten Mesuji. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai bentuk-bentuk konflik kepentingan yang mungkin terjadi dalam tugas penyelenggaraan pemilu. Selain itu, disampaikan pula mekanisme pencegahan serta langkah penanganan jika potensi tersebut teridentifikasi. Materi ini memberikan pemahaman teknis bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas pengawasan internal. Penandatanganan Surat Pernyataan Bebas Benturan Kepentingan dilakukan sebagai simbol komitmen bersama. Setiap peserta menandatangani dokumen tersebut sebagai bentuk kesanggupan untuk menjalankan tugas secara objektif. Proses ini dilaksanakan secara tertib dan disaksikan oleh seluruh jajaran yang hadir. Penandatanganan ini juga menjadi bukti nyata bahwa KPU Kabupaten Mesuji berupaya menjaga transparansi dalam setiap proses kerja. Melalui tindakan ini, lembaga menegaskan kembali pentingnya membangun budaya kerja yang bersih. Melalui kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Mesuji berharap seluruh jajarannya semakin memahami risiko benturan kepentingan. Pemahaman mengenai potensi konflik diyakini dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas. Kegiatan ini juga memperkuat komitmen kolektif untuk menjaga netralitas kelembagaan. Dengan langkah tersebut, KPU Kabupaten Mesuji berupaya memperkuat kredibilitas penyelenggara pemilu di mata publik. Upaya ini sekaligus mendukung terciptanya penyelenggaraan pemilu yang profesional dan berintegritas.   (ali)

KPU Mesuji Ikuti Webinar Penerapan E-Government Berbasis Big Data untuk Perkuat Transformasi Digital

Mesuji, 7 November 2025. Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Mesuji, Agus Sunanto, M.Pd., bersama staf menghadiri Seri Webinar Penerapan E-Government Berbasis Big Data. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia dan diikuti secara daring. Pelaksanaan berlangsung dari ruang rapat kantor KPU Kabupaten Mesuji pada Jumat, 7 November 2025. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara melalui platform digital yang telah disediakan penyelenggara. Kehadiran jajaran KPU Kabupaten Mesuji menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kapasitas di bidang pengelolaan data kepemiluan. Webinar ini disusun untuk memperluas pemahaman mengenai penerapan e-government berbasis big data di lingkungan KPU. Materi yang disampaikan narasumber memaparkan konsep, strategi, dan implementasi teknologi big data dalam mendukung kinerja kelembagaan. Peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat integrasi data untuk mempercepat proses kerja. Selain itu, webinar turut menyoroti pentingnya standardisasi sistem informasi antar-satuan kerja. Seluruh pembahasan diarahkan untuk memperkuat kesiapan KPU dalam menghadapi kebutuhan digitalisasi pemilu. Melalui kegiatan ini, KPU RI menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari modernisasi tata kelola pemilu. Pemanfaatan big data disebut mampu meningkatkan kualitas akurasi informasi yang dihasilkan. Teknologi tersebut juga dinilai efektif mempercepat proses analisis data kepemiluan dalam berbagai tahapan. Narasumber menjelaskan bahwa integrasi data yang baik akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik. KPU Kabupaten Mesuji menjadi salah satu peserta yang aktif mengikuti materi tersebut. Agus Sunanto menyampaikan bahwa penguatan kapasitas digital merupakan langkah strategis bagi KPU Kabupaten Mesuji. Ia menilai penerapan big data akan membantu memperbaiki tata kelola informasi secara lebih sistematis. Kemampuan mengelola data secara cepat dan akurat menjadi kebutuhan utama dalam penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, penggunaan teknologi modern harus disertai dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Hal tersebut penting agar implementasi sistem berjalan optimal dan berkelanjutan. Staf KPU Mesuji yang mengikuti webinar juga mendapatkan gambaran mengenai berbagai aplikasi pendukung yang tengah dikembangkan KPU RI. Materi mencakup alur pemanfaatan big data untuk pengawasan, perencanaan, dan publikasi informasi kepemiluan. Mereka memperoleh pemahaman mengenai cara kerja sistem dalam memproses data dalam jumlah besar. Pengetahuan ini diharapkan membantu satuan kerja daerah dalam menyelaraskan program digitalisasi. Dengan demikian, KPU Mesuji dapat menyesuaikan kebutuhan internal dengan arah kebijakan pusat. Melalui keikutsertaan dalam webinar tersebut, KPU Kabupaten Mesuji memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital. Kehadiran jajaran KPU Kabupaten Mesuji menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data pemilu. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar-satuan kerja KPU se-Indonesia. Pemanfaatan big data diharapkan mampu mewujudkan tata kelola informasi yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik di bidang kepemiluan.   (ali)

KPU Kabupaten Mesuji Tingkatkan Profesionalisme Melalui Bimtek Keprotokoleran KPU Provinsi Lampung

Mesuji, 3 November 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Keprotokoleran yang diselenggarakan KPU Provinsi Lampung secara daring, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Kantor KPU Kabupaten Mesuji dengan dihadiri oleh jajaran sekretariat. Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Kehadiran peserta dari seluruh secretariat KPU kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung menunjukkan komitmen bersama terhadap profesionalisme kerja. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Narasumber dari KPU Republik Indonesia memberikan pemaparan mengenai tata cara pelaksanaan apel yang tepat sesuai prosedur. Penjelasan disampaikan secara sistematis agar mudah dipahami oleh seluruh peserta Bimtek. Materi juga mencakup mekanisme penyelenggaraan rapat pleno yang terstruktur. Selain itu, diberikan pula pembahasan mengenai etika penyambutan tamu kenegaraan dalam kegiatan resmi. Peserta mencatat poin-poin penting untuk menjadi panduan dalam penerapan praktik lapangan. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Sesi tanya jawab tersebut berjalan aktif dan dinamis. Beberapa peserta menyampaikan pengalaman di daerah masing-masing terkait pelaksanaan keprotokoleran. Narasumber memberikan tanggapan sekaligus solusi yang relevan dan aplikatif. Hal ini menambah pemahaman peserta dalam menghadapi situasi nyata di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antar sekretariat KPU se-Provinsi Lampung. Komunikasi yang terbangun dalam forum tersebut diharapkan menjadi dasar kerja sama berkelanjutan. Para peserta menilai Bimtek ini sangat membantu dalam memperjelas standar operasional yang harus diterapkan. KPU Kabupaten Mesuji menyambut baik keberlanjutan program peningkatan kapasitas seperti ini. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara periodik. Melalui Bimtek ini, KPU Kabupaten Mesuji bertekad untuk mengimplementasikan standar keprotokoleran secara konsisten. Penerapan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang tertib dan berwibawa dalam setiap kegiatan resmi. Profesionalisme menjadi aspek penting dalam menjaga citra lembaga penyelenggara pemilu. KPU Kabupaten Mesuji siap melakukan evaluasi dan penerapan hasil pelatihan secara konkret. Dengan demikian, kelembagaan KPU dapat semakin dipercaya oleh masyarakat. (ali)

KPU Kabupaten Mesuji Hadiri Apel Hari Santri Nasional Tahun 2025

Mesuji, 22 Oktober 2025 — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji, Samingan, M.Pd., menghadiri Apel Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mesuji. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Desa Fajar Baru, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, pada Rabu (22/10/2025). Apel ini menjadi momentum penting untuk memperingati peran besar santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadikan suasana kegiatan terasa khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi hari. Apel Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Tema tersebut menggambarkan semangat santri dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan peradaban global. Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pengurus Nahdlatul Ulama, santri pondok pesantren, tokoh agama, pemerintah daerah, hingga instansi vertikal di Kabupaten Mesuji. Ribuan peserta hadir mengenakan busana khas santri dengan nuansa putih dan hijau yang mendominasi lapangan. Suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat dan pembacaan ikrar santri yang menggugah semangat kebangsaan. Ketua KPU Kabupaten Mesuji, Samingan, M.Pd., turut hadir bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan organisasi masyarakat lainnya. Kehadiran KPU Mesuji dalam apel tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peran santri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi. Samingan menyampaikan bahwa semangat santri sejalan dengan nilai-nilai demokrasi yang dijunjung oleh KPU. “Santri memiliki peran besar dalam menjaga moralitas dan persatuan bangsa. Nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab yang mereka miliki juga penting dalam kehidupan berdemokrasi,” ujarnya. Pernyataan tersebut disambut positif oleh para peserta apel. Dalam pelaksanaan apel, para peserta mendengarkan sambutan dari sejumlah tokoh agama dan pemerintah daerah yang menekankan pentingnya semangat kebersamaan antara santri dan seluruh elemen masyarakat. Para tokoh menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan, tetapi juga refleksi atas kontribusi santri terhadap kemerdekaan dan pembangunan nasional. Mereka menegaskan bahwa santri harus terus berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin serta memperkuat moderasi beragama. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh rasa syukur. Momen ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarpondok pesantren di wilayah Mesuji. Apel Hari Santri Nasional di Desa Fajar Baru tahun ini juga dirangkaikan dengan kegiatan doa bersama dan pembacaan resolusi jihad. Kegiatan tersebut menjadi simbol semangat perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dan memperkokoh persatuan nasional. Para peserta dengan khidmat mengikuti prosesi yang dipimpin oleh para ulama dan pengurus PCNU Mesuji. Sejumlah santri turut menampilkan pertunjukan seni islami yang menambah semarak peringatan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan penuh makna kebangsaan. Melalui keikutsertaannya dalam kegiatan ini, KPU Kabupaten Mesuji menunjukkan komitmen dalam menjalin hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren. Kehadiran KPU di tengah komunitas santri menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi. KPU Mesuji berharap semangat Hari Santri dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Nilai-nilai kejujuran, gotong royong, dan semangat kebangsaan yang diusung para santri diharapkan terus menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, semangat santri akan terus hidup sebagai bagian dari kekuatan moral bangsa Indonesia.   (ali)

KPU Kabupaten Mesuji Ikuti Forum Diskusi Terpumpun Desain Kelembagaan Penyelenggara Pemilu

Mesuji, 21 Oktober 2025 — Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji, Sururi Abdillah, S.E., bersama Staf Teknis, Dwi Apriyanto, S.S., mengikuti kegiatan Forum Diskusi Terpumpun (FDT) Desain Kelembagaan Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia yang diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia secara daring pada Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran KPU dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Pelaksanaan FDT dilakukan secara virtual sebagai upaya memperluas partisipasi dan jangkauan diskusi antarwilayah. Dari KPU Kabupaten Mesuji, peserta mengikuti kegiatan ini dari Ruang Teknis Kantor KPU Kabupaten Mesuji. Suasana kegiatan berlangsung aktif dengan semangat bertukar gagasan dan pengalaman antar peserta. Forum Diskusi Terpumpun ini bertujuan menggali gagasan, pandangan, dan masukan konstruktif terkait desain kelembagaan penyelenggara pemilu di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi KPU untuk membahas arah penguatan institusional dalam menghadapi tantangan demokrasi masa depan. Peserta diajak menelaah struktur kelembagaan, pembagian kewenangan, serta mekanisme koordinasi antar lembaga penyelenggara pemilu. Melalui diskusi yang terbuka, diharapkan muncul rekomendasi yang memperkuat kinerja kelembagaan KPU secara nasional. Agenda ini juga menjadi bagian dari langkah evaluasi berkelanjutan untuk menciptakan tata kelola pemilu yang semakin profesional dan adaptif. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Mesuji, Sururi Abdillah, menyampaikan bahwa forum ini merupakan sarana penting dalam memperkuat pemahaman tentang arah kelembagaan KPU ke depan. “FDT ini membuka ruang dialog yang sehat untuk berbagi pandangan dan menyampaikan gagasan konstruktif demi kemajuan lembaga penyelenggara pemilu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa forum semacam ini dapat memperkaya wawasan peserta tentang tantangan penyelenggaraan pemilu yang semakin kompleks. Sururi juga mengapresiasi langkah KPU RI yang terus melibatkan KPU daerah dalam setiap pembahasan strategis kelembagaan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat fondasi kelembagaan KPU. Dalam forum tersebut, narasumber dari KPU RI memaparkan sejumlah konsep desain kelembagaan yang tengah dikaji untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemilu. Materi diskusi mencakup peran kelembagaan di tingkat pusat hingga daerah, termasuk hubungan koordinatif antar satuan kerja. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan berdasarkan pengalaman praktis di daerah masing-masing. Diskusi berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir secara daring. Kegiatan ini menunjukkan komitmen KPU dalam membangun sistem kelembagaan yang kuat dan berorientasi pada peningkatan kualitas demokrasi. KPU RI dalam paparannya juga menegaskan pentingnya adaptasi kelembagaan terhadap perkembangan zaman dan perubahan sosial politik masyarakat. Struktur kelembagaan yang responsif dinilai mampu menjawab tantangan penyelenggaraan pemilu di masa depan yang semakin kompleks. Forum ini menjadi wadah penting untuk menampung ide-ide baru yang dapat memperkuat kelembagaan penyelenggara pemilu di Indonesia. Para peserta didorong untuk memberikan masukan yang realistis dan aplikatif sesuai kondisi di daerah masing-masing. Dengan cara ini, KPU RI berharap dapat merumuskan model kelembagaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui keikutsertaan dalam Forum Diskusi Terpumpun ini, KPU Kabupaten Mesuji berkomitmen mendukung langkah-langkah strategis KPU RI dalam memperkuat desain kelembagaan penyelenggara pemilu. Partisipasi aktif dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi daerah dalam membangun sistem pemilu yang lebih responsif dan terpercaya. Hasil dari forum diharapkan dapat menjadi dasar pembentukan kelembagaan yang lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika politik dan sosial masyarakat. KPU Mesuji menilai kegiatan ini sangat relevan untuk memastikan keberlanjutan reformasi kelembagaan penyelenggara pemilu. Dengan demikian, semangat demokrasi dapat terus tumbuh dalam kerangka kelembagaan yang kuat dan berintegritas.   (ali)

KPU Kabupaten Mesuji Ikuti Rakor Pengawasan yang Digelar KPU RI Secara Daring

Mesuji, 21 Oktober 2025 — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan yang diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia secara daring pada Selasa (21/10/2025). Rakor ini digelar dalam rangka peningkatan dan penguatan kinerja pengawasan di lingkungan KPU, KPU Provinsi, serta KPU Kabupaten/Kota. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran KPU dari seluruh Indonesia yang terhubung secara virtual melalui platform konferensi daring. Suasana rapat berjalan tertib dengan semangat kolaboratif untuk memperkuat sistem kerja kelembagaan. Dari Mesuji, jajaran komisioner dan sekretariat KPU berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Rakor ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengawasan internal agar seluruh tahapan kegiatan dan program KPU berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalitas. Dalam kegiatan tersebut, KPU RI memberikan arahan terkait pentingnya sinergi antar-satuan kerja dalam menjaga integritas lembaga penyelenggara pemilu. Ditekankan pula bahwa pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis pada sistem yang terukur. Setiap satuan kerja diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan agar potensi penyimpangan dapat diminimalkan. Penguatan pengawasan menjadi salah satu fokus utama dalam upaya menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap KPU. Dalam arahannya, KPU RI menyampaikan bahwa pengawasan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan seluruh unsur di dalam organisasi. Melalui mekanisme pengawasan internal harus dijalankan dengan disiplin dan tanggung jawab penuh. Keberhasilan lembaga dalam menyelenggarakan pemilu yang berintegritas sangat bergantung pada kualitas pengawasan yang dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaporan. Arahan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh peserta Rakor dalam memperkuat sistem pengawasan di masing-masing daerah. Dari ruang rapat Kantor KPU Kabupaten Mesuji, jajaran komisioner bersama sekretariat mengikuti kegiatan secara khidmat. Mereka menyimak setiap materi yang disampaikan oleh narasumber dari KPU RI, termasuk strategi pengawasan yang efektif dan inovatif. KPU Mesuji menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk memperbarui pemahaman tentang tata kelola pengawasan yang sesuai dengan perkembangan regulasi. Selain itu, Rakor ini juga menjadi wadah bagi KPU daerah untuk menyampaikan masukan dan berbagi pengalaman terkait pelaksanaan pengawasan di lapangan. Interaksi dua arah tersebut menciptakan suasana diskusi yang produktif dan membangun. KPU Kabupaten Mesuji berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan di lingkungan kerjanya melalui koordinasi dan pembinaan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan agar seluruh proses penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Kami berupaya menjaga kepercayaan publik dengan memastikan setiap tahapan berjalan transparan dan akuntabel,” ujar salah satu komisioner KPU Mesuji seusai kegiatan. Ia menambahkan, pengawasan internal yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga integritas lembaga. KPU Mesuji juga akan menindaklanjuti hasil Rakor dengan langkah konkret di tingkat kabupaten. Melalui keikutsertaan dalam Rakor ini, KPU Kabupaten Mesuji berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pengawasan di lingkup kerjanya. Pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan menjadi dasar dalam memperbaiki sistem kerja dan pelaporan ke depan. KPU Mesuji menilai bahwa sinergi antara KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sangat penting untuk menciptakan sistem pengawasan yang solid dan efektif. Dengan pengawasan yang kuat, pelaksanaan setiap program dan kegiatan akan berjalan lebih terarah serta sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Semangat ini diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari komitmen KPU dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia.   (ali)

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara