Berita Terkini

KPU Mesuji Intensifkan Pendidikan Pemilih Pemula di SMK Negeri 1 Mesuji Timur

Mesuji Timur, Rabu (28/1/2026) — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mesuji menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di SMK Negeri 1 Mesuji Timur. Kegiatan ini menyasar kalangan pelajar sebagai pemilih pemula menjelang pelaksanaan pemilu mendatang. Ratusan siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula sekolah dengan penuh perhatian. Suasana tampak tertib dan antusias sejak awal acara dimulai. Program ini menjadi bagian dari agenda peningkatan partisipasi masyarakat. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Mesuji, Samingan, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan penting dalam menentukan arah demokrasi. Ia menyampaikan bahwa pemilih pemula harus memahami nilai dan makna suara yang dimiliki. “Hak pilih adalah amanah konstitusi yang harus digunakan secara sadar dan bertanggung jawab,” ujar Samingan. Ia juga mengajak siswa untuk aktif mencari informasi kepemiluan dari sumber yang terpercaya. Samingan menjelaskan bahwa pendidikan pemilih merupakan langkah strategis dalam membangun budaya demokrasi. Menurutnya, sekolah menjadi ruang efektif untuk menanamkan kesadaran politik yang sehat. Ia berharap para pelajar dapat menjadi agen informasi di lingkungan keluarga dan pergaulan. Partisipasi aktif generasi muda dinilai akan memperkuat legitimasi hasil pemilu. Pesan tersebut disampaikan dengan nada tegas dan penuh semangat. Materi sosialisasi kemudian disampaikan oleh Nuti Mistiani selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Ia memaparkan pengenalan dasar tentang kepemiluan serta pentingnya partisipasi warga negara dalam setiap tahapan. Penjelasan diberikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa. “Pemilu adalah sarana rakyat menentukan pemimpinnya secara sah,” katanya di hadapan peserta. Ia juga menekankan pentingnya menolak praktik politik uang dan hoaks. Selanjutnya, Sururi Abdillah, S.E., Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, menjelaskan tahapan teknis pelaksanaan pemilu. Ia menguraikan proses mulai dari pemutakhiran data pemilih hingga pemungutan dan penghitungan suara. Para siswa menyimak dengan serius setiap tahapan yang dipaparkan. Beberapa pertanyaan muncul terkait prosedur pencoblosan dan syarat administratif pemilih. Diskusi berlangsung aktif dan menunjukkan ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran komisioner dan sekretariat KPU Kabupaten Mesuji. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program pendidikan pemilih di kalangan pelajar. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. Para guru menilai sosialisasi ini memberikan wawasan baru bagi siswa. Kolaborasi antara KPU dan sekolah dinilai berjalan dengan baik. Melalui kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih ini, KPU Kabupaten Mesuji berharap tingkat partisipasi pemilih pemula dapat terus meningkat. Edukasi yang diberikan diharapkan membentuk karakter pemilih yang rasional dan bertanggung jawab. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat kualitas demokrasi di daerah. KPU Kabupaten Mesuji akan melanjutkan program serupa ke sekolah-sekolah lain di wilayahnya. Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas. (ali)

KPU Mesuji Perkuat Kesadaran Pemilih Pemula melalui Sosialisasi di SMA Negeri 1 Mesuji Timur

Mesuji Timur, Rabu (28/1/2026) — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mesuji melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di SMA Negeri 1 Mesuji Timur. Kegiatan ini menyasar pelajar sebagai pemilih pemula dalam rangka meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang. Ratusan siswa mengikuti kegiatan yang digelar di aula sekolah dengan tertib. Suasana berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir acara. Program ini menjadi bagian dari agenda berkelanjutan KPU dalam memperluas pendidikan demokrasi. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya menggunakan hak pilih. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kepemimpinan nasional dan daerah. Para siswa diberikan gambaran tentang tanggung jawab moral sebagai warga negara. Edukasi ini diharapkan membentuk sikap kritis dan rasional dalam menghadapi kontestasi politik. Kesadaran sejak dini menjadi fondasi bagi kualitas demokrasi di masa depan. Materi sosialisasi disampaikan oleh Nuti Mistiani selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Mesuji. Ia menjelaskan pengenalan dasar kepemiluan serta urgensi partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pemilu. “Pemilih pemula harus memahami bahwa satu suara memiliki dampak besar bagi masa depan daerah,” ujarnya di hadapan para siswa. Ia juga mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum mempercayainya. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami peserta. Selanjutnya, Sururi Abdillah, S.E., Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, memaparkan tahapan penyelenggaraan pemilu secara rinci. Ia menjelaskan proses pemutakhiran data pemilih, penetapan daftar pemilih tetap, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Para siswa terlihat antusias menyimak penjelasan tersebut. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait prosedur pencoblosan dan syarat administratif sebagai pemilih. Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu. Partisipasi aktif masyarakat dinilai berpengaruh terhadap legitimasi hasil pemilihan. Para pelajar diajak untuk menolak praktik politik uang dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Edukasi ini menekankan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam proses demokrasi. KPU berharap pelajar mampu menjadi pemilih yang cerdas dan beretika. Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Guru dan tenaga pendidik menilai sosialisasi kepemiluan memberikan wawasan tambahan bagi siswa. Kerja sama antara KPU dan sekolah dianggap penting dalam membangun literasi demokrasi. Lingkungan pendidikan menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa topik kepemiluan relevan bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Mesuji berharap pengetahuan dan kesadaran pemilih pemula terus meningkat. Edukasi yang diberikan diharapkan mendorong partisipasi aktif, cerdas, dan bertanggung jawab dalam setiap proses pemilu. Program sosialisasi akan terus dilaksanakan di berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Mesuji. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas demokrasi di daerah. Upaya berkelanjutan ini diarahkan untuk mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas. (ali)

KPU Mesuji Perkuat Perencanaan Kinerja Melalui FDT LKjIP dan IKU 2025

Mesuji, Selasa (27/1/2026) — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mesuji mengikuti Forum Diskusi Terpumpun (FDT) Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) KPU Tahun 2025 serta Penyusunan Cascading Kinerja dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2025–2029. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia secara daring dan diikuti oleh seluruh jajaran KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dari Mesuji, forum ini diikuti langsung oleh pimpinan dan sekretariat di Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Mesuji. Suasana diskusi berlangsung serius dengan pembahasan teknis yang mendalam. Forum ini menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola kelembagaan secara nasional. Ketua KPU Kabupaten Mesuji, Samingan, M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi dalam forum tersebut merupakan wujud komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas perencanaan kinerja. Ia menegaskan bahwa penyusunan LKjIP harus dilakukan secara sistematis dan berbasis capaian yang terukur. “Setiap program harus memiliki indikator yang jelas agar dapat dievaluasi secara objektif,” ujarnya. Menurutnya, dokumen kinerja menjadi pijakan dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target. Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi antara rencana strategis dan pelaksanaan di lapangan. Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan arahan teknis terkait penyusunan cascading kinerja yang selaras dengan rencana strategis KPU Tahun 2025–2029. Pembahasan mencakup penyelarasan sasaran strategis, indikator kinerja utama, serta sistem pelaporan yang terintegrasi. Materi dipaparkan secara rinci oleh narasumber dari KPU RI dan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Setiap satuan kerja diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala yang dihadapi. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari daerah. Sekretariat KPU Kabupaten Mesuji juga berperan penting dalam kegiatan tersebut. Tim sekretariat mencatat secara detail poin-poin teknis yang menjadi pedoman penyusunan LKjIP. Koordinasi antara komisioner dan sekretariat dinilai menjadi faktor utama dalam memastikan dokumen tersusun tepat waktu. Seluruh jajaran menunjukkan keseriusan dalam mengikuti setiap sesi pembahasan. Proses ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas manajemen kinerja lembaga. Melalui keikutsertaan dalam FDT ini, KPU Kabupaten Mesuji menegaskan komitmennya untuk menjaga akuntabilitas dan profesionalitas. Penyelarasan IKU dan cascading kinerja dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah kebijakan lembaga. Hasil forum akan segera ditindaklanjuti melalui rapat internal dan penyusunan dokumen perencanaan. Ketua KPU Kabupaten Mesuji berharap seluruh jajaran tetap solid dalam menjalankan tugas. “Kami siap bekerja secara terukur dan transparan demi menjaga kualitas demokrasi di Mesuji,” tutup Samingan. (ali)

KPU Mesuji Ikuti Rapat Persiapan Reviu Laporan Keuangan 2025 Secara Daring

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji mengikuti Rapat Persiapan Reviu Laporan Keuangan Tahun 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia secara daring pada 21 Januari 2026. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Mesuji. Pelaksanaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan akuntabilitas lembaga. Sejak awal, peserta mengikuti agenda dengan tertib dan penuh konsentrasi. Rapat persiapan ini diarahkan untuk memastikan proses reviu laporan keuangan Tahun 2025 berjalan optimal. KPU Kabupaten Mesuji menilai reviu menjadi tahapan penting untuk menjaga ketepatan pencatatan dan pelaporan. Pembahasan difokuskan pada kesiapan dokumen, kelengkapan administrasi, dan kesesuaian prosedur. Selain itu, peserta menelaah alur kerja yang perlu dipenuhi sebelum reviu dilaksanakan. Suasana rapat berlangsung efektif dengan pembahasan yang terukur. Kegiatan tersebut diikuti oleh Sekretaris KPU Kabupaten Mesuji beserta jajaran pengelola keuangan. Turut hadir Kepala Subbagian Keuangan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bendahara, serta Operator SAKTI Modul Pelaporan. Kehadiran unsur teknis ini memperkuat pembahasan pada aspek penganggaran dan pelaporan yang rinci. “Kami ingin seluruh tim memahami langkah persiapan reviu secara detail agar tidak ada data yang terlewat,” ujar Sekretaris KPU Kabupaten Mesuji. Pernyataan itu disampaikan untuk menegaskan keseriusan dalam menjaga kualitas laporan. Dalam rapat, peserta juga menekankan pentingnya tertib administrasi pada setiap tahapan pelaporan. Kelengkapan bukti, ketepatan input, dan konsistensi data menjadi perhatian utama. Operator SAKTI Modul Pelaporan membahas langkah teknis yang perlu dilakukan pada sistem pelaporan. “Kunci ketepatan laporan ada pada konsistensi data dan disiplin pembaruan dokumen,” kata salah satu peserta rapat dari unsur pengelola keuangan. Materi teknis tersebut menjadi pegangan untuk memastikan proses berjalan rapi. KPU Kabupaten Mesuji menyatakan kesiapan mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku dalam penyusunan dan reviu laporan keuangan. Seluruh peserta diarahkan untuk bekerja berdasarkan prosedur serta pedoman yang ditetapkan. Rapat ini juga menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan pemahaman antarpenanggung jawab. “Kami menjaga integritas pengelolaan keuangan melalui pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen KPU Kabupaten Mesuji. Komitmen tersebut diperkuat melalui pembagian peran dan penegasan tanggung jawab masing-masing. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Mesuji berharap proses reviu laporan keuangan Tahun 2025 dapat berlangsung lancar. KPU menargetkan hasil reviu dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola lembaga. Koordinasi internal akan terus diperkuat hingga seluruh dokumen dan data dinyatakan siap. “Kami ingin proses ini berjalan tertib, tepat waktu, dan sesuai aturan,” ujar Bendahara KPU Kabupaten Mesuji. Dengan langkah persiapan yang matang, KPU Kabupaten Mesuji menegaskan fokus pada akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.   (ali)

KPU Mesuji Teken Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Serentak Tahun 2026

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji mengikuti kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Secara Serentak Tahun 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh KPU Provinsi Lampung. Penandatanganan dilaksanakan secara daring pada Kamis, 8 Januari 2026. KPU Kabupaten Mesuji mengikuti kegiatan dari ruang rapat kantor KPU Kabupaten Mesuji. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan fokus mengikuti rangkaian acara. Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja menjadi wujud komitmen bersama jajaran KPU se-Provinsi Lampung. Komitmen tersebut diarahkan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang profesional, berintegritas, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini menegaskan keseriusan setiap satuan kerja dalam menjaga standar etika dan kinerja kelembagaan. Seluruh peserta mengikuti prosesi penandatanganan sesuai agenda yang telah ditetapkan. Momentum ini juga dipandang sebagai penguatan sikap dan tanggung jawab penyelenggara pemilu. KPU Kabupaten Mesuji menyampaikan kesiapan untuk menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangan sesuai peraturan perundang-undangan. KPU menegaskan bahwa target kinerja tahun 2026 akan dijalankan secara disiplin dan terukur. “Kami berkomitmen melaksanakan seluruh tanggung jawab kelembagaan sesuai aturan serta target kinerja yang telah ditetapkan,” ujar perwakilan KPU Kabupaten Mesuji dalam kegiatan tersebut. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk penguatan komitmen organisasi di awal tahun kerja. KPU Kabupaten Mesuji juga menyatakan akan menjaga konsistensi kerja pada setiap tahapan program. KPU Provinsi Lampung menekankan pentingnya keseragaman komitmen dalam satu barisan penyelenggara pemilu. Penandatanganan dilakukan secara serentak sebagai simbol pengikat moral dan kinerja. “Pakta integritas ini menjadi pedoman sikap dan kerja yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata perwakilan KPU Provinsi Lampung. Menurutnya, perjanjian kinerja menjadi acuan pengukuran capaian kerja sepanjang tahun 2026. Ia juga mengingatkan agar prinsip akuntabilitas dan keterbukaan diterapkan dalam setiap kegiatan kelembagaan. Kegiatan ini turut menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi di lingkungan KPU. Penguatan tata kelola diarahkan untuk meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan secara berkelanjutan. Budaya kerja yang berorientasi pada hasil kembali ditegaskan sebagai arah utama pelaksanaan program. Pelayanan publik yang prima menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. KPU Kabupaten Mesuji menyatakan siap memperkuat koordinasi internal agar target kerja berjalan selaras. Di akhir kegiatan, KPU Kabupaten Mesuji menegaskan komitmen menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. KPU menilai kepercayaan publik dibangun melalui konsistensi, integritas, dan kinerja yang dapat diuji. “Kami ingin masyarakat merasakan layanan yang jelas, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar perwakilan KPU Kabupaten Mesuji. KPU Kabupaten Mesuji memastikan semangat pakta integritas menjadi pedoman kerja sepanjang 2026. Dengan langkah tersebut, KPU berharap kinerja kelembagaan semakin kuat dan proses demokrasi terus terjaga.   (ali)

KPU Mesuji Gelar Kajian Teknis PAW Mengacu PKPU Nomor 3 Tahun 2025

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji melaksanakan Kajian Teknis Kepemiluan terkait Pergantian Antar Waktu (PAW). Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2025. Kajian berlangsung di ruang rapat Kantor KPU Kabupaten Mesuji pada Kamis, 8 Januari 2026. Forum diikuti jajaran pimpinan serta sekretariat KPU Kabupaten Mesuji. Sejak awal, suasana diskusi tampak serius dan penuh perhatian terhadap materi. Kajian teknis digelar untuk memperdalam pemahaman terhadap regulasi terbaru mengenai mekanisme PAW. KPU Kabupaten Mesuji menilai penguasaan aturan menjadi prasyarat penting dalam menjalankan kewenangan secara tepat. Peserta diarahkan untuk membaca ketentuan secara cermat dan menelaah pasal-pasal yang relevan. Fokus pembahasan menempatkan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan sebagai landasan kerja. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama dalam penguatan kapasitas kelembagaan. Dalam sesi pemaparan materi, peserta membahas aspek prosedural dalam pelaksanaan PAW. Penekanan diberikan pada alur tahapan yang harus ditempuh sesuai ketentuan PKPU. “Kami ingin seluruh jajaran memahami langkah-langkah PAW secara utuh agar pelaksanaannya tertib dan tepat,” ujar salah satu pimpinan KPU Kabupaten Mesuji. Menurutnya, kejelasan prosedur akan membantu kerja kelembagaan berjalan lebih terukur. Pemaparan dilengkapi contoh situasi teknis yang kerap muncul dalam pelaksanaan. Selain prosedur, pembahasan menyoroti unsur administrasi yang wajib dipenuhi dalam proses PAW. Peserta menelaah kelengkapan dokumen, format, serta ketepatan pencatatan administrasi. Dalam forum, berbagai kemungkinan kendala administratif dibedah untuk menghindari kesalahan di kemudian hari. “Administrasi harus rapi sejak awal karena menjadi dasar penilaian legalitas proses,” kata perwakilan sekretariat KPU Kabupaten Mesuji. Pesan tersebut menguatkan pentingnya disiplin administrasi dalam setiap tahapan. Kajian juga mengulas implikasi teknis yang perlu diperhatikan saat PKPU Nomor 3 Tahun 2025 diterapkan. Peserta menimbang dampak aturan terhadap pola kerja internal dan koordinasi dengan pihak terkait. Diskusi berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang menajamkan pemahaman peserta. “Forum ini membuat kami lebih siap menghadapi situasi teknis yang membutuhkan keputusan cepat dan tepat,” ujar salah satu peserta kajian. Catatan hasil diskusi dihimpun sebagai bahan penguatan pelaksanaan tugas di lapangan. KPU Kabupaten Mesuji menegaskan komitmennya untuk senantiasa siap menjalankan tugas dan kewenangan sesuai aturan. Melalui kajian teknis ini, KPU mendorong kesamaan persepsi agar mekanisme PAW berjalan profesional dan akuntabel. KPU juga menekankan bahwa integritas menjadi pegangan utama dalam setiap keputusan kelembagaan. “Kami menjaga kepercayaan publik melalui kerja yang taat regulasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar pimpinan KPU Kabupaten Mesuji. Dengan penguatan pemahaman regulasi, KPU Kabupaten Mesuji berharap pelaksanaan PAW dapat berlangsung tertib dan berintegritas.   (ali)

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara