Berita Terkini

KPU Mesuji Tekankan Transparansi dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Mesuji, 2 Oktober 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji melaksanakan pleno rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat KPU Mesuji dengan dihadiri berbagai unsur terkait. Pleno ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi data pemilih. KPU menekankan pentingnya pemutakhiran data untuk memastikan akurasi daftar pemilih. Hal ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang tahapan Pemilu mendatang. Pleno dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Mesuji, Sekretaris beserta staf, serta sejumlah pemangku kepentingan. Hadir pula Bawaslu Kabupaten Mesuji, Kapolres Mesuji, dan Dandim 0426 Tulang Bawang. Selain itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mesuji juga turut serta. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mesuji ikut hadir dalam pleno. Kehadiran seluruh pihak tersebut mencerminkan sinergi dalam menjaga kualitas data pemilih. Ketua KPU Kabupaten Mesuji dalam sambutannya menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan kewajiban konstitusional. Ia menyampaikan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan jaminan hak pilih dalam Pemilu. Oleh karena itu, KPU berkewajiban melakukan pemutakhiran secara berkelanjutan. Upaya ini bertujuan agar tidak ada masyarakat yang kehilangan hak konstitusionalnya. Selain itu, data yang akurat akan mendukung kelancaran tahapan Pemilu. Lebih lanjut, Ketua KPU Kabupaten Mesuji menjelaskan bahwa pleno ini juga menjadi sarana transparansi. Semua pihak yang hadir dapat memberikan masukan terkait proses pemutakhiran data. Keterbukaan informasi dalam pleno menjadi wujud akuntabilitas penyelenggara Pemilu. Dengan adanya pengawasan dari Bawaslu dan instansi terkait, diharapkan akurasi data semakin terjamin. Sinergi antar-lembaga menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas penyelenggaraan Pemilu. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan instansi yang hadir menyampaikan dukungan terhadap proses pemutakhiran data. Dukcapil berkomitmen menyediakan data kependudukan yang valid dan mutakhir. Sementara itu, aparat keamanan dari Polres dan Kodim menegaskan siap mendukung kondusifitas pelaksanaan tahapan. Bawaslu juga memastikan pengawasan dilakukan secara menyeluruh. Dukungan lintas sektor ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Kegiatan pleno rekapitulasi PDPB Triwulan III Tahun 2025 ini menegaskan konsistensi KPU Kabupaten Mesuji dalam menjaga integritas data pemilih. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, KPU berupaya memastikan hak pilih masyarakat tetap terjamin. Langkah ini menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan transparan. Masyarakat pun diharapkan turut aktif dalam memberikan informasi terkait data kependudukan. Dengan demikian, kualitas demokrasi di Kabupaten Mesuji dapat terus ditingkatkan.   (ali)

KPU Kabupaten Mesuji Ikuti Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025

Mesuji - 01 Oktober 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 atau e-Monev KIP. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung secara daring pada Rabu, 01 Oktober 2025. Pelaksanaan kegiatan diikuti dari Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Mesuji. Agenda ini menjadi sarana bagi KPU untuk mengukur keterbukaan informasi publik yang telah dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat komitmen KPU dalam menjalankan prinsip transparansi. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Mesuji, Nuti Mistiani. Ia didampingi oleh Kasubbag Parhumas dan SDM, Runi Melinasari, S.A.N., M.I.P., serta staf, Refi Mariska, S.Pd. Kehadiran jajaran KPU Kabupaten Mesuji menunjukkan keseriusan lembaga dalam mengikuti proses evaluasi. Setiap perwakilan memiliki peran dalam memastikan pelaporan dan keterbukaan informasi berjalan baik. Hal ini sejalan dengan standar yang ditetapkan oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung. Kegiatan Monev KIP bertujuan untuk menilai sejauh mana keterbukaan informasi publik yang telah dilaksanakan oleh badan publik. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola informasi hingga ketersediaan akses bagi masyarakat. Bagi KPU Kabupaten/Kota, termasuk Mesuji, monev ini menjadi parameter penting dalam mengukur kinerja layanan informasi. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian, keterbukaan informasi dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Mesuji menyampaikan bahwa keterbukaan informasi adalah kewajiban badan publik. KPU berkomitmen untuk menyediakan informasi yang akurat, mudah diakses, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga menegaskan bahwa transparansi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Melalui Monev KIP, KPU dapat menilai kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan informasi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. Komisi Informasi Provinsi Lampung dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya konsistensi keterbukaan. Badan publik didorong untuk terus memperbaiki sistem pelayanan informasi yang lebih efektif. Selain itu, peran teknologi digital juga menjadi perhatian dalam mendukung keterbukaan. Setiap lembaga diharapkan dapat memanfaatkan platform daring sebagai media penyampaian informasi publik. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung cepat, tepat, dan efisien. Melalui partisipasi dalam e-Monev KIP, KPU Kabupaten Mesuji menegaskan komitmennya dalam membangun pemerintahan yang transparan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Keterbukaan informasi tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga sarana memperkuat kepercayaan publik. KPU Kabupaten Mesuji berkomitmen terus meningkatkan pelayanan agar masyarakat mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Dengan konsistensi tersebut, kualitas demokrasi di Kabupaten Mesuji dapat semakin terjaga.   (ali)

KPU Mesuji Ikuti Rakor Persiapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III

Mesuji, 26 September 2025. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Republik Indonesia pada Jumat, 26 September 2025. Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Mesuji, Agus Sunanto, M.Pd., memimpin keikutsertaan bersama Kasubbag serta staf yang hadir di kantor KPU Kabupaten Mesuji. Kegiatan ini dilaksanakan serentak dengan melibatkan seluruh KPU kabupaten/kota di Indonesia. Agenda tersebut menjadi bagian penting dari konsolidasi nasional dalam persiapan penyelenggaraan pemilu mendatang. Rapat koordinasi ini memiliki tujuan utama untuk memperkuat sinergi antar KPU di daerah dalam menjaga akurasi data pemilih. Data pemilih berkelanjutan merupakan salah satu fondasi krusial dalam penyelenggaraan pemilu yang demokratis. KPU RI menekankan bahwa kualitas pemilu tidak terlepas dari validitas dan kelengkapan daftar pemilih. Oleh karena itu, setiap daerah diwajibkan melakukan pembaruan data secara rutin dan sistematis. Langkah ini diharapkan dapat menjawab tantangan dinamika kependudukan yang terus berubah. Dalam rakor tersebut, peserta mendapatkan arahan teknis mengenai mekanisme pemutakhiran data. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi prosedur pembaruan sistem informasi pemilih, metode pencocokan data, dan standar operasional pelaporan. Selain itu, strategi pelibatan masyarakat dalam proses validasi juga menjadi sorotan. Partisipasi publik dianggap esensial untuk mencegah potensi data ganda atau tidak valid. Dengan demikian, daftar pemilih dapat semakin inklusif dan akurat. Agus Sunanto menyampaikan bahwa keikutsertaan KPU Kabupaten Mesuji pada kegiatan ini menunjukkan komitmen menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, validitas data pemilih merupakan pondasi utama agar hak konstitusional warga dapat terpenuhi. Ia menegaskan, KPU Kabupaten Mesuji akan terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta perangkat desa. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan proses pemutakhiran. Hal ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab moral KPU Kabupaten Mesuji kepada masyarakat. Kegiatan rakor berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari seluruh jajaran KPU kabupaten/kota se-Indonesia. Interaksi dua arah antara peserta dan narasumber turut memperkaya diskusi. Sejumlah pertanyaan teknis dijawab secara detail oleh tim KPU RI. Hal ini memberikan kepastian dalam implementasi kebijakan di daerah masing-masing. Dengan demikian, seluruh peserta memperoleh pemahaman yang seragam mengenai prosedur pemutakhiran data. Rakor Persiapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III ini menjadi momentum penting dalam menjaga konsistensi kerja KPU di daerah. Kehadiran KPU Kabupaten Mesuji dalam forum tersebut mempertegas komitmen dalam mendukung pemilu yang transparan dan akuntabel. Melalui sinergi kolektif, diharapkan pemutakhiran data dapat terlaksana lebih efektif. Proses ini akan bermuara pada terjaminnya hak pilih masyarakat Mesuji dalam setiap kontestasi politik. Dengan data yang akurat, pemilu ke depan diyakini akan lebih berintegritas.   (ali)

KPU Mesuji Gelar FGD Kajian Teknis Kepemiluan Bahas Penataan Dapil dan Teknologi Informasi

Mesuji, 18 September 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penataan Dapil dan Alokasi Kursi serta Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pemungutan dan Penghitungan Suara.” Kegiatan berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Mesuji dan diikuti berbagai pemangku kepentingan. FGD ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas isu-isu krusial dalam kepemiluan, khususnya menyangkut penataan dapil dan pemanfaatan teknologi informasi. Kehadiran peserta dari unsur pemerintah, lembaga penyelenggara, partai politik, dan organisasi masyarakat menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Melalui forum ini, KPU Mesuji berharap lahir gagasan yang dapat memperkuat transparansi pemilu. Hal ini sejalan dengan komitmen lembaga untuk menghadirkan demokrasi yang akuntabel dan partisipatif. Acara menghadirkan sejumlah narasumber dengan beragam latar belakang. Febri Indra Kurniawan, S.H., Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Lampung, tampil sebagai keynote speaker secara daring. Didik Wahyudi, M.Pd., akademisi dari UIN Raden Intan Lampung, juga hadir secara virtual memberikan pandangan akademis tentang teknologi informasi dalam pemilu. Selain itu, Imani, S.Pd.I., mantan Anggota KPU Kabupaten Mesuji dua periode, turut menyampaikan pengalaman dan analisis terkait penataan dapil. Kehadiran ketiga narasumber ini memberi perspektif komprehensif dari sisi regulasi, akademik, dan pengalaman lapangan. Dengan kombinasi tersebut, peserta FGD mendapatkan gambaran utuh mengenai tantangan dan peluang kepemiluan ke depan. FGD ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan yang mewakili Bupati Mesuji, Ketua DPRD Kabupaten Mesuji, serta jajaran Bawaslu Mesuji. Hadir pula ketua partai politik se-Kabupaten Mesuji, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Dukcapil, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan. Tidak ketinggalan, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti PCNU, PDMU, LDII, dan FKUB juga berpartisipasi aktif. Tokoh masyarakat serta tokoh adat turut hadir untuk memberikan pandangan berbasis kearifan lokal. Kehadiran beragam pihak tersebut menunjukkan bahwa isu penataan dapil dan pemanfaatan teknologi informasi merupakan kepentingan bersama. Forum ini sekaligus menjadi ajang memperkuat silaturahmi antarlembaga dan masyarakat. Dalam diskusi, para peserta menyoroti sejumlah aspek penting. Penataan dapil harus tetap mengedepankan prinsip kesetaraan nilai suara, proporsionalitas, integralitas wilayah, kohesivitas, dan kesinambungan. Selain itu, isu penggunaan teknologi informasi dalam pemilu juga menjadi perhatian utama. Infrastruktur jaringan, literasi digital masyarakat, serta keamanan sistem dianggap sebagai tantangan yang harus dijawab. Peserta juga menekankan perlunya regulasi yang lebih kuat agar penggunaan teknologi tetap selaras dengan asas luber jurdil. Dari masukan tersebut, terlihat harapan besar agar pemilu mendatang berlangsung lebih baik. KPU Mesuji menegaskan bahwa hasil dari FGD ini akan dijadikan bahan kajian teknis untuk perbaikan penyelenggaraan pemilu. Aspirasi dan masukan dari peserta menjadi catatan penting dalam menyusun rekomendasi. Kegiatan ini juga membuktikan komitmen KPU dalam menampung suara masyarakat dan stakeholder sebagai bagian dari proses demokrasi. Dengan adanya forum semacam ini, diharapkan penataan dapil dan penerapan teknologi dapat semakin matang. Ke depan, KPU Mesuji berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan partisipasi publik. Pada akhirnya, FGD ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas di Kabupaten Mesuji. (ali)

KPU Kabupaten Mesuji Ikuti Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat Bersama Forkopimda Tahun 2025

Mesuji, 12 September 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji ikut ambil bagian dalam kegiatan Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Mesuji pada Jumat pagi dengan penuh khidmat. Hadir dalam kesempatan ini unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat. Kehadiran para pihak tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS). Acara ini mengusung tema “Kebersamaan dalam Keberagaman untuk KAMTIBMAS yang Kondusif di Kabupaten Mesuji.” Tema tersebut dipilih sebagai pengingat pentingnya persatuan di tengah keragaman masyarakat. Ketua KPU Kabupaten Mesuji, Samingan, M.Pd., hadir secara langsung sebagai perwakilan KPU Kabupaten Mesuji dalam apel kebangsaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran KPU merupakan bentuk dukungan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, kegiatan semacam ini sejalan dengan semangat KPU dalam mempersiapkan agenda demokrasi secara damai dan inklusif. Samingan juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas menjelang tahapan pemilu, yang membutuhkan partisipasi seluruh pihak. Hal ini bertujuan agar pemilu mendatang dapat berlangsung transparan, tertib, dan demokratis. Dengan demikian, apel kebangsaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Acara Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Suasana khidmat terasa ketika para tokoh masyarakat menyampaikan pesan damai kepada seluruh hadirin. Apel kebangsaan ini juga memperlihatkan komitmen Forkopimda Mesuji dalam membangun daerah yang aman dan rukun. Semua rangkaian acara berjalan lancar dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang hadir. KPU Kabupaten Mesuji menilai bahwa keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan merupakan bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Kehadiran lembaga penyelenggara pemilu di tengah masyarakat bukan hanya soal teknis pemilu, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam menjaga persatuan bangsa. Samingan menyampaikan bahwa demokrasi tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial yang kondusif. Oleh sebab itu, sinergi antara KPU, pemerintah daerah, Forkopimda, serta masyarakat menjadi sangat penting. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi lintas elemen. Dengan begitu, iklim demokrasi di Mesuji semakin sehat dan berkualitas. Apel Kebangsaan dan Doa Lintas Masyarakat 2025 di Mesuji menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen persatuan dalam keberagaman. Kehadiran berbagai unsur masyarakat sekaligus memperkuat optimisme bahwa KAMTIBMAS di Mesuji dapat terus terjaga. KPU Kabupaten Mesuji berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap kegiatan yang memupuk persaudaraan dan persatuan. Dengan situasi yang damai, diharapkan tahapan pemilu 2029 mendatang dapat terlaksana dengan lancar dan partisipasi masyarakat semakin meningkat. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan memberi dampak positif bagi pembangunan demokrasi di Mesuji. Pada akhirnya, apel kebangsaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan untuk menjaga keutuhan bangsa.   (ali)

KPU Mesuji Gelar Sosialisasi Pemilih Perempuan di Tanjung Raya

Mesuji, (08 September 2025). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dengan segmen perempuan di Kecamatan Tanjung Raya, Senin 08 september 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya peran serta dalam pemilu. Acara berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kesadaran politik di tingkat akar rumput. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Mesuji, Nuti Mistiani, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan materi mengenai pengenalan lembaga KPU sebagai penyelenggara pemilu yang independen dan profesional. Selain itu, Nuti memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Pengetahuan ini diharapkan dapat membekali peserta dalam menghadapi Pemilu mendatang. Melalui sosialisasi, KPU ingin memastikan masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih. Dalam pemaparannya, Nuti Mistiani menekankan bahwa partisipasi perempuan sangat berpengaruh terhadap kualitas demokrasi di Kabupaten Mesuji. Perempuan, menurutnya, tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga agen perubahan di lingkungan sekitar. Keterlibatan perempuan dalam politik diyakini mampu memperkuat nilai keadilan dan representasi. Oleh karena itu, KPU terus mendorong agar segmen perempuan lebih aktif dalam setiap tahapan pemilu. Dengan begitu, proses demokrasi menjadi lebih inklusif dan berimbang. Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan apresiasi dari para peserta yang hadir. Mereka menyatakan pentingnya edukasi politik seperti ini agar masyarakat lebih siap dalam menentukan pilihan. KPU Mesuji berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemilih pemula dan kelompok marginal. Upaya ini dilakukan demi meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu yang akan datang. Dengan dukungan masyarakat, KPU Mesuji optimistis dapat mewujudkan pemilu yang berkualitas, jujur, dan demokratis di Kabupaten Mesuji. (ali)